Model Penelitian

Model penelitian (kadang disebut kerangka pemikiran) dalam penelitian akademik menunjukkan ringkasan dari hubungan variabel yang akan diteliti, sehingga memberikan gambaran tentang konsep atau variabel yang akan digunakan dan hubungan antar variabel tersebut, sehingga menjadi satu kesatuan . Bisasanya ,model penelitian akan di cari oleh pembaca untuk melihat gambaran awal keseluruhan penelitian.

Model Penelitian dalam penelitian akademik (skripsi), kadang ditulis dengan beragam cara misalnya adalah seperti di bawah ini.

Contoh model penelitian skripsi (Vella 2017)

Contoh Model Penelitian Skripsi (Vella 2013210827) 

 

Contoh model penelitian ini mudah dikaitkan dengan dengan penelitian yang diadopsi, namun akan sulit untuk membacanya dari sisi istilah dalam bahasa Indonesia-nya, karena teks skripsi dalam bahasa Indonesia. Namun demikian, model ini tidak menunjukkan hubungan antar varibelnya, yaitu apakah pengaruh variabel tertentu dengan variabel yang lain positif atau negatif tidak digambarkan.

Model yang lain adalah seperti di bawah ini.

Kerangka pemikiran Dayat.jpg

Contoh Model Penelitian/Kerangka Pemikiran Proposal Skripsi (Hidayat 2013210675) 

 

Model penelitian atau kerangka pemikiran ini, mudah dibaca, namun kadang kalau istilahnya tidak / kurang diketahui akan menyulitkan tkarena tidak diketahui konsep atau model aslinya.

Untuk mengatasi hal diatas, maka disarankan memiliki cara penulisan seperti dibawah ini.

Contoh model penelitian

Dengan penulisan model diatas akan diketahui :

  1. istilah konsep dalam bahasa Indonesia (misal : Pengetahuan Konsumen) ,
  2. istilah aslinya dari konsep yang diadopsi (misal :Customer Knowladge),
  3. terlihat hubungan antar variabel apakah positif atau negatif (misal : H1 (+)),
  4. adopsi dari penelitian sebelumnya (misal Hipotesis 1 diadospi dari penelitian Sox et.al 2016), dan
  5. pengukuran varibelnya (Veriabel Sikap terhadap Internet Banking (IB) diadopsi dari penelitian Lee (2009).

Jika dituliskan seperti diatas akan memudahkan membaca model penelitian, untk kepentingan melihat 5 hal dari model penelitian di atas.

 

 

Komitmen Organisasi : Tinjauan Teoritis atas Penyebab, Dampak, dan Adopsinya bagi Penelitian Relationship Marketing

pic from www.scoreadvertising.com

Konstrak komitmen organisasi telah berkembang secara pesat dalam disiplin ilmu psikologi, khususnya psikologi industri. Semakin kaburnya batas-batas disiplin ilmu pengetahuan, berdampak pada semakin meluasnya konstrak ini dipergunakan dalam disiplin ilmu lain, misalnya prilaku keorganisasian, manajemen sumberdaya manusia, maupun manajemen pemasaran. Pengukuran konstrak komitmen organisasi yang pertama dikenal adalah Organizational Commitment Questionaire (OCQ) dari Porter (1974) dan dikembangkan lebih lanjut oleh Allen dan Meyer (1990) menjadi tiga dimensi komitmen organisasi. Dalam disiplin manajemen pemasaran, konstrak komitmen organisasi lebih sering digunakan dalam penelitian-penelitian dengan tema relationship marketing, yaitu tema pemasaran yang menggeser paradigma lama pemasaran transaksional. Artikel ini bertujuan menggali pengetahuan khususnya berkaitan dengan penyebab (antecedents) dan dampak (consequences) dari komitmen organisasi dari disiplin ilmu psikologi industri dan perilaku organisasi atas konstrak ini. Selanjutnya secara khusus pengetahuan atas penyebab dan dampak tersebut akan menjadi panduan dalam penelitian-penelitian manajemen pemasaran khususnya dalam tema relationship marketing. Pertanyaan mendasar dan akan dicarikan jawaban dalam artikel ini adalah apa penyebab dan dampak dari komitmen organisasi, yang relevan dengan penelitian-penelitian relationship marketing.

Keyworlds : organizational commitment, affective commitment, continuence commitment, normative commitment, relationship marketing, metode penelitian bisnis.
Diterbitkan pada tahun 2002 Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi, 5 (2), 75-84.

Membuat Latar belakang dalam riset

Menulis latar belakang, kadang sulit bagi mahasiswa yang tidak biasa menulis, utamanya dalam meulis skripsi. Berikut ini adalah panduan praktis membuat latar belakang.

Permasalahan Manajemen dan Riset
Permasalahan manajemen adalah permasalahan yang dihadapi secara langsung oleh pemasar, yang merupakan hal yang harus diatasi olehnya yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja pemasaran. Permasalahan manajemen lebih bersifat  teknis.
Sedangkan permasalahan riset merupakan derivasi dari permasalahan manajemen, yang dirumuskan dan dijadikan acuan dasar dalam melakukan riset pemasaran.

Permasalahan dalam Riset
Permasalahan manajemen dan permasalahan riset seringkali dirumuskan dalam sub bab latar belakang masalah dan permasalahan, dalam sebuah proposal penelitian.
Dalam sebuah riset akademik (skripsi, tesis atau disertasi), latar belakang masalah merupakan penggambaran akan mengapa masalah riset muncul dari sisi masalah manajemen yang muncul, disertai data, fakta atau kejadian yang muncul yang memperkuat latar belakang dan perumusan masalah.
Disamping juga dalam perumusan masalah dalam latar belakang masalah periset juga harus memaparkan teori, prinsip atau kaidah teoritik lain yang dapat dijadikan sandaran berfikir dan merumuskan masalah.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan latar belakang adalah :

1. Ancangan pembahasan
Ancangan yang dimaksud adalah darimanakah periset mengawali pembicaraan dalam kaitan dengan masalah riset yang dilakukan. Pengambilan ancangan yang tepat akan memberikan penggambaran yang tepat pula atas masalah yang diangkat oleh periset.
Sangat direkomendasikan pembicaraan dalam latar belakang lebih fokus dan mendalam, tidak meluas tapi dangkal.

2. Alur logika pemikiran yang digunakan,
Alur logika pemikiran merupakan urutan berfikir penulis dalam menuangkan gagasan yang ingin disampaiakan yang tercermin dalam susunan kalimat-kalimat dan susunan paragraf-paragraf dalam latar belakang. Alur logika pemikiran yang digunakan khususnya dalam penulisan latar belakang menjadi penting diperhatikan. Hal ini agar arah pemikiran yang dikembangkan dalam latar belakang lebih mengarah, fokus, jelas dan mudah dipahami.  Latar belakang yang tidak memiliki alur logika yang jelas akan sulit bagi pembaca mengenali masalah sebenarnya, memahami pesan yang ingin disampaikan dan bahkan akan mengaburkan masalah itu sendiri.

3. Penggunaan sumber teori sebagai dasar pemikiran,
Fungsinya selain akan menjadi sandaran berfikir namun juga hal tersebut akan menjadi indikator obyektifitas tulisan. umber teori merupakan pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang disampaikan oleh seseorang yang biasanya dihasilkan dari riset.  Semakin banyak teori yang digunakan maka, dalam batas tertentu,  akan semakin meningkatkan obyektifitas riset, dan semakin kuat argumentasi yang dipaparkan oleh periset.
Penggunaan sumber teori secara eksplisit tercermin pada penggunaan kalimat yang diakhir kalimat dicantumkan nama penulis dan tahun penulisan, sebagai cerminan kalimat tersebut diambil dari penulis yang namanya disebutkan tersebut.
4. Penggunaan fakta dan data lingkungan
Penggunaan fakta dan data dalam perumusan latar belakang adalah penting untuk mengetahui indikator-indikator dari intensitas permasalahan yang dirumuskan oleh periset.Dari fakta dan data tersebut akan diketahui seberapa luas dan seberapa parah permasalahan riel yang ada. bsennya data dan fakta dalam perumusan masalah utamanya dalam latar belakang akan mengakibatkan permasalahan menjadi sangat umum, mengambang, tidak jelas dan tidak fokus.

5. Panjang dan kecukupan
Panjang atau pendeknya penggambaran memang sangat tergantung pada jenis permasalahan yang dihadapi, untuk kepentingan apa riset dilakukan dan tentunya ketersediaan halaman atau tempat dalam menuangkan gagasan. Namun demikian prinsip yang lazim digunakan adalah bahwa penggambaran identifikasi dan perumusan masalah sebagaimana dalam latarbelakang dan permasalahan riset harus secara cukup dan tuntas mengarahkan pembaca akan masalah riel apa yang dihadapi oleh periset dan mengapa muncul dan perlu diatasi atau diteliti.