(2017) Peran Aktivitas Ko-kreasi, Kepercayaan dan Gender Pada Kinerja Pemasaran Perguruan Tinggi

Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis pengaruh aktivitas ko-kreasi terhadap kepuasan dan dampaknya terhadap loyalitas, dengan melihat peran mediasi nilai ko-kreasi  dan kepercayaan, serta peran moderasi sifat kepribadian dan gender, pada  jasa pendidikan tinggi.

Temuan penting penelitian ini adalah adanya pengaruh aktivitas ko-kreasi kepuasan, serta dampaknya pada loyalitas. Nilai ko-kreasi yang diterima dan kepercayaan ditemukan menjadi faktor mediasi parsial dari hubungan tersebut. Selain itu, sifat kepribadian tidak menjadi faktor yang memoderasi hubungan tersebut, namun demikian gender menjadi faktor moderasi hubungan aktivitas ko-kreasi dan kepercayaan.

Temuan penelitian ini berimplikasi terhadap praktek pemasaran pendidikan tinggi, yang antara lain perlunya beberapa stratagi pemasaran berupa antara lain : mendorong aktivitas ko-kreasi, menawarkan preposisi nilai, menjamin kepercayaan, dan perlunya adaptasi aktivitas ko-kreasi terhadap gender.

Keywords: S-D Logic, commitment-trust theory, personality traits, gender, co-creation
activities, trust, satisfaction, higher education.

Penelitian ini telah dipublikasikan pada European Research Studies Journal pada 2017. Download atas paper ini dapat dilakukan di bawah ini.

2017 ERSJ Yudi Sutarso The Role of Co-creation Activities, Trust and Gender on Higher Education Marketing Performance

Iklan

Publikasi

Beberapa publikasi penulis yang bisa dimanfaatkan adalah sebegai berikut di bawah ini.

2017 ERSJ Yudi Sutarso The Role of Co-creation Activities, Trust and Gender on Higher Education Marketing Performance   Link:http://www.ersj.eu/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=744&Itemid=154

2012 Yudi Sutarso e. all Lifestyle Segmentation The Comparison of Islamic and Conventional Banking Customers in Indonesia  Link: https://kodisa.jams.or.kr/jams/download/KCI_FI001687712.pdf

2011 Yudi Sutarso Promotion of E-Technology-Based Services A Case Study of E-Service Quality at a University in Indonesia    Link: http://ijbi.org/ijbi/article/view/58

2003 Yudi Sutarso & Djuwari Service Quality and Customer Satisfaction in Higher Education Developing Quality Performance from Customer Perspective

2003 Yudi Sutarso Kepuasan Pelanggan pada Perguruan Tinggi Mengukur Kinerja Kualitas dari Perspektif Pelanggan

2003 Yudi Sutarso Service Quality in Higher Education Developing Quality Education through Satisfaction

 

Model Penelitian

Model penelitian (kadang disebut kerangka pemikiran) dalam penelitian akademik menunjukkan ringkasan dari hubungan variabel yang akan diteliti, sehingga memberikan gambaran tentang konsep atau variabel yang akan digunakan dan hubungan antar variabel tersebut, sehingga menjadi satu kesatuan . Bisasanya ,model penelitian akan di cari oleh pembaca untuk melihat gambaran awal keseluruhan penelitian. Model Penelitian dalam penelitian akademik […]

Komitmen Organisasi : Tinjauan Teoritis atas Penyebab, Dampak, dan Adopsinya bagi Penelitian Relationship Marketing

pic from www.scoreadvertising.com

Konstrak komitmen organisasi telah berkembang secara pesat dalam disiplin ilmu psikologi, khususnya psikologi industri. Semakin kaburnya batas-batas disiplin ilmu pengetahuan, berdampak pada semakin meluasnya konstrak ini dipergunakan dalam disiplin ilmu lain, misalnya prilaku keorganisasian, manajemen sumberdaya manusia, maupun manajemen pemasaran. Pengukuran konstrak komitmen organisasi yang pertama dikenal adalah Organizational Commitment Questionaire (OCQ) dari Porter (1974) dan dikembangkan lebih lanjut oleh Allen dan Meyer (1990) menjadi tiga dimensi komitmen organisasi. Dalam disiplin manajemen pemasaran, konstrak komitmen organisasi lebih sering digunakan dalam penelitian-penelitian dengan tema relationship marketing, yaitu tema pemasaran yang menggeser paradigma lama pemasaran transaksional. Artikel ini bertujuan menggali pengetahuan khususnya berkaitan dengan penyebab (antecedents) dan dampak (consequences) dari komitmen organisasi dari disiplin ilmu psikologi industri dan perilaku organisasi atas konstrak ini. Selanjutnya secara khusus pengetahuan atas penyebab dan dampak tersebut akan menjadi panduan dalam penelitian-penelitian manajemen pemasaran khususnya dalam tema relationship marketing. Pertanyaan mendasar dan akan dicarikan jawaban dalam artikel ini adalah apa penyebab dan dampak dari komitmen organisasi, yang relevan dengan penelitian-penelitian relationship marketing.

Keyworlds : organizational commitment, affective commitment, continuence commitment, normative commitment, relationship marketing, metode penelitian bisnis.
Diterbitkan pada tahun 2002 Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi, 5 (2), 75-84.

Membuat Latar belakang dalam riset

Menulis latar belakang, kadang sulit bagi mahasiswa yang tidak biasa menulis, utamanya dalam meulis skripsi. Berikut ini adalah panduan praktis membuat latar belakang.

Permasalahan Manajemen dan Riset
Permasalahan manajemen adalah permasalahan yang dihadapi secara langsung oleh pemasar, yang merupakan hal yang harus diatasi olehnya yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja pemasaran. Permasalahan manajemen lebih bersifat  teknis.
Sedangkan permasalahan riset merupakan derivasi dari permasalahan manajemen, yang dirumuskan dan dijadikan acuan dasar dalam melakukan riset pemasaran.

Permasalahan dalam Riset
Permasalahan manajemen dan permasalahan riset seringkali dirumuskan dalam sub bab latar belakang masalah dan permasalahan, dalam sebuah proposal penelitian.
Dalam sebuah riset akademik (skripsi, tesis atau disertasi), latar belakang masalah merupakan penggambaran akan mengapa masalah riset muncul dari sisi masalah manajemen yang muncul, disertai data, fakta atau kejadian yang muncul yang memperkuat latar belakang dan perumusan masalah.
Disamping juga dalam perumusan masalah dalam latar belakang masalah periset juga harus memaparkan teori, prinsip atau kaidah teoritik lain yang dapat dijadikan sandaran berfikir dan merumuskan masalah.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan latar belakang adalah :

1. Ancangan pembahasan
Ancangan yang dimaksud adalah darimanakah periset mengawali pembicaraan dalam kaitan dengan masalah riset yang dilakukan. Pengambilan ancangan yang tepat akan memberikan penggambaran yang tepat pula atas masalah yang diangkat oleh periset.
Sangat direkomendasikan pembicaraan dalam latar belakang lebih fokus dan mendalam, tidak meluas tapi dangkal.

2. Alur logika pemikiran yang digunakan,
Alur logika pemikiran merupakan urutan berfikir penulis dalam menuangkan gagasan yang ingin disampaiakan yang tercermin dalam susunan kalimat-kalimat dan susunan paragraf-paragraf dalam latar belakang. Alur logika pemikiran yang digunakan khususnya dalam penulisan latar belakang menjadi penting diperhatikan. Hal ini agar arah pemikiran yang dikembangkan dalam latar belakang lebih mengarah, fokus, jelas dan mudah dipahami.  Latar belakang yang tidak memiliki alur logika yang jelas akan sulit bagi pembaca mengenali masalah sebenarnya, memahami pesan yang ingin disampaikan dan bahkan akan mengaburkan masalah itu sendiri.

3. Penggunaan sumber teori sebagai dasar pemikiran,
Fungsinya selain akan menjadi sandaran berfikir namun juga hal tersebut akan menjadi indikator obyektifitas tulisan. umber teori merupakan pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang disampaikan oleh seseorang yang biasanya dihasilkan dari riset.  Semakin banyak teori yang digunakan maka, dalam batas tertentu,  akan semakin meningkatkan obyektifitas riset, dan semakin kuat argumentasi yang dipaparkan oleh periset.
Penggunaan sumber teori secara eksplisit tercermin pada penggunaan kalimat yang diakhir kalimat dicantumkan nama penulis dan tahun penulisan, sebagai cerminan kalimat tersebut diambil dari penulis yang namanya disebutkan tersebut.
4. Penggunaan fakta dan data lingkungan
Penggunaan fakta dan data dalam perumusan latar belakang adalah penting untuk mengetahui indikator-indikator dari intensitas permasalahan yang dirumuskan oleh periset.Dari fakta dan data tersebut akan diketahui seberapa luas dan seberapa parah permasalahan riel yang ada. bsennya data dan fakta dalam perumusan masalah utamanya dalam latar belakang akan mengakibatkan permasalahan menjadi sangat umum, mengambang, tidak jelas dan tidak fokus.

5. Panjang dan kecukupan
Panjang atau pendeknya penggambaran memang sangat tergantung pada jenis permasalahan yang dihadapi, untuk kepentingan apa riset dilakukan dan tentunya ketersediaan halaman atau tempat dalam menuangkan gagasan. Namun demikian prinsip yang lazim digunakan adalah bahwa penggambaran identifikasi dan perumusan masalah sebagaimana dalam latarbelakang dan permasalahan riset harus secara cukup dan tuntas mengarahkan pembaca akan masalah riel apa yang dihadapi oleh periset dan mengapa muncul dan perlu diatasi atau diteliti.